Modernisasi Melunturkan Kepercayaan Masyarakat Suku Jawa Yang Mengarah Pada Kehidupan Sekuler

  • Fadhillatu Jahra Sinaga
  • Fadhlin Ade Chandra
Keywords: Modernization, Belief, Javanese, Secular

Abstract

The rapid development of modernization towards the flow of technological advances makes the Javanese tribal society gradually eliminate mystical beliefs so that religious rituals are rarely carried out except for the royal family who still carry out these religious rituals. A life that puts the world first is secular. At first, many Javanese people believed in ancestral customs, although basically the Javanese people had religion, such as witchcraft, wangsit and other mystical things. Javanese society prioritizes harmony and respect as an effort to maintain the harmony of life "the principle of conflict prevention". The self-identity that is formed is expressed through thoughts and actions that are total, grounded and reasoned. However, in connection with the development of the times, the customs regarding these beliefs began to fade due to the development of the times and the world of education so that currently the number of public presentations who have a perception of the truth of these customs has been much reduced.

References

Herniti, E. (2014). Kepercayaan Masyarakat Jawa Terhadap Santet, Wangsit, dan Roh Menurut Per-spektif Edwards Evans-Pritchard. THAQAFIYYAT: Jurnal Bahasa, Peradaban dan Informasi Is-lam, Vol. 13, No. 2.
Herusatoto, B. (2008). Simbolisme Jawa Ombak Yogyakarta.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sekularisme. Diakses Tanggal 17 September 2021.
Ismail, M, S. (2007). Kritik Terhadap Sekularisme (Pandangan Yusuf Qardhawi). Kontekstualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, Vol. 29, No. 1. 37177.
Jaya, Pajar, H, I. (2012). Dinamika Pola Pikir Orang Jawa di Tengah Arus Modernisasi. Vol. 24.
Kasmuri, K. (2014). Fenomena Sekularisme. Al-A'raf: Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat, Vol. 11, No. 2. 89-102.
Kinasih, C, L, T, M. (2018). Mistik Ketimuran: Perjumpaan Hinduisme Dengan Penghayatan Kebati-nan Dalam Budaya Jawa. Deepublish.
Pitana, T, S. (2007). Reproduksi Simbolik Arsitektur Tradisional Jawa: Memahami Ruang Hidup Ma-terial Manusia Jawa. GEMA TEKNIK Majalah Ilmiah Teknik, Vol. 10, No. 2. 126-133.
Roini, W. (2005). Islamisasi Ilmu Pengetahuan Menjawab Tantangan Sekularisme Barat.
Moleong. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Munawar, R, B. (2018). Reorientasi Pembaruan Islam. Sekularisme, Liberalisme dan Pluralisme Par-adigma Baru Islam Indonesia. PUSAM UMM (Pusat Studi Agama dan Multikulturalism Pas-casarjana Universitas Muhammadiyah Malang).
Melalatoa, M., J. (1995). Ensiklopedia suku bangsa di Indonesia (Jilid A-K) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Jakarta
Mulder, N. (2001). Mistisisme Jawa. LKIS PELANGI AKSARA.
Mangunwijaya, Y, B. (1992). Wastu Citra, Pengantar ke ilmu Budaya bentuk Arsitektur Rumah Tradisional Jawa. Yogyakarta: Lembaga Jabanologi Panunggalan.
Maryati, K., & Juju, S. (2001). Sosiologi Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Naquib. (1981). Islam dan Sekulerisme (Terjemahan). Penerbit Pustaka.
Shah, A, M., Sejarah, P., & Kemanusiaan, F. (1985). Kontekstualisasi Islam dari Perspektif Moderasi, Sekularisme dan Ekstrimisme dalam Proses Kemerdekaan Indonesia dan Malaysia. Vol. 4, No. 3. 34–50.
Wijayanti, H., & Nurwianti, F. (2011). Kekuatan Karakter dan Kebahagiaan Pada Suku Jawa. Jurnal Psikologi, Vol. 3, No. 2.
Published
2021-07-29
Section
Articles