Penguatan Literasi Budaya pada Anak Melalui Film Animasi Danau Dendam Tak Sudah di Karang Indah Kecamatan Selebar Kota Bengkulu

  • Siti Nurjanah Siti UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Nelda Sari Siregar UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu
  • Selly Nopriani UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu
  • Siti Yulfia UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu
  • Siska Rahma Juwita UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu
  • Tisen Meinandar UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu
Keywords: Cultural Literacy; Animated Film; Danau Dendam Tak Sudah Folklore; Asset-Based Community Development (ABCD); Cultural Preservation; audiovisual media Children.

Abstract

Cultural literacy plays an important role in helping younger generations recognize and understand local cultural identity amid the rapid development of digital technology. However, the increasing use of digital entertainment media has caused children to become less familiar with local folklore, including the Danau Dendam Tak Sudah legend in Bengkulu. This community service activity aimed to strengthen children's cultural literacy through the use of the Danau Dendam Tak Sudah animated film as a local cultural learning medium in RT 19, Karang Indah Village, Selebar District, Bengkulu City. The method used in this program was the Asset Based Community Development (ABCD) approach, which consisted of the stages of discovery, dream, design, and destiny. Data were collected through observation, interviews, documentation, and evaluation using pretests and posttests involving 15 participants. The results showed an improvement in participants’ understanding of folklore and local cultural values. The average participant score increased from 5.53 in the pretest to 8.33 in the posttest, indicating an improvement of 28%. In addition, participants demonstrated positive enthusiasm during the film screening and discussion sessions. This activity indicates that audiovisual media based on local folklore can serve as an engaging and accessible cultural learning alternative to improve children’s cultural literacy.

References

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). Materi pendukung literasi budaya dan kewargaan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kretzmann, John P., & McKnight, John L. (1993). Building communities from the inside out: A path toward finding and mobilizing a community’s assets. Evanston, IL: Institute for Policy Research.
Rahayu, S. (2020). Penguatan literasi budaya dalam membentuk karakter generasi muda. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 12(2), 115–124.
Suharto, E. (2017). Membangun masyarakat memberdayakan rakyat: Kajian strategis pembangunan kesejahteraan sosial dan pekerjaan sosial. Bandung: Refika Aditama.
Sutrisno, A., & Putranto, B. (2018). Peran budaya lokal dalam pembentukan karakter anak di era digital. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 45–56.
Yunus, M. (2021). Pemanfaatan media audiovisual dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Jurnal Teknologi Pendidikan, 14(1), 22–31.
Published
2026-08-13
How to Cite
Siti, S. N., Nelda Sari Siregar, Selly Nopriani, Siti Yulfia, Siska Rahma Juwita, & Tisen Meinandar. (2026). Penguatan Literasi Budaya pada Anak Melalui Film Animasi Danau Dendam Tak Sudah di Karang Indah Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. KENDURI : Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 6(2), 139-145. https://doi.org/10.62159/kenduri.v6i2.2496
Section
Articles