Pembuatan Pestisida Nabati dari Tujuh Bahan Lokal sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Aset Kota Bengkulu
Abstract
Penggunaan pestisida kimia sintetis pada tanaman pekarangan masih banyak dilakukan masyarakat meskipun berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan. Ketergantungan terhadap bahan kimia tersebut menjadi ironi mengingat banyaknya bahan alam lokal di sekitar masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif ramah lingkungan. Kegiatan KKN Tematik Berbasis Riset ini bertujuan memberdayakan masyarakat RT 49 RW 4 Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu, melalui pemanfaatan bahan lokal sebagai pestisida nabati. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) yang meliputi empat tahap, yaitu discovery, dream, design, dan destiny. Hasil pemetaan aset mengidentifikasi tujuh bahan lokal berpotensi sebagai pestisida nabati, yaitu cabai, bawang putih, kulit bawang merah, daun sirsak, daun pepaya, kunyit, dan kulit jeruk. Masing-masing bahan mengandung senyawa aktif berbeda dengan mekanisme kerja yang spesifik terhadap jenis hama tertentu. Pelatihan diikuti oleh 20 warga dan seluruh peserta berhasil membuat ketujuh formulasi pestisida nabati secara mandiri. Hasil penerapan pada tanaman pekarangan menunjukkan respons positif, terutama terhadap formulasi daun sirsak dan bawang putih yang dinilai paling efektif dalam mengendalikan hama. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan ABCD berbasis potensi lokal mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam pengendalian hama yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.
References
Anindita, Devina Cinantya, Tutut Dwi Sutiknjo, dan Rena Eksa Pawani. 2023. “Sosialisasi pestisida nabati ramah lingkungan di desa joho, kabupaten kediri.” JATIMAS: Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat 3(2):159–67.
Chatri, Moralita, Linda Advinda, dan Dwi Hilda Putri. 2025. “Literatur Review: Senyawa Aktif Tumbuhan Yang Efektif Sebagai Pestisida Nabati Untuk Pengendalian Penyakit Tanaman.” Jurnal Biosense 8(1):62–75.
Damanik, Dina Layali, Shilfa Novianti, Cindy Anola Ifana, Lutfi Firmansyah, Sindy Wandira, Ridwan Fauzillah, Ratna Dewi, Andrian Rakanu, Ainul Firman Gupi, dan Salma Hanifa. 2022. “Pestisida nabati berbahan baku limbah kulit bawang merah (Allium cepa L.) untuk mengatasi hama penting pada tanaman asparagus (Asparagus officinalis).” Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat 4(2):151–58.
Fariha, Novia Ida, Tri Lestianingsih, Rizka Maulida Putri, Nur Pebriana, Nabila Zulfah, Tuhfatul Lutfiah, Akhmad Nasukha, Riki Firmansyah, Fatkhur Rokhim Mursid, dan Aduenan Sutim. 2024. “Pembuatan Pestisida Nabati Sebagai Solusi Pengendalian Hama Tanaman Ramah Lingkungan Di Desa Cilibur.” Kampelmas 3(1):391–99.
Fauzan, Slamet, Dwi Wulandari, Surya Saputra, dan Nofriansyah Nofriansyah. 2025. “Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa Samar, Tulungagung.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) TABIKPUN 6(3):225–34.
Firyanto, Rudi, MF Sri Mulyaningsih, dan Laura Nisa. 2021a. “Efektivitas pestisida organik ekstrak kulit jeruk nipis terhadap kematian jangkrik.” Jurnal Inovasi Teknik Kimia 6(2):85–88.
Hartini, Feri, dan Yahdi Yahdi. 2015. “Potensi Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata, L.) Sebagai Insektisida Kutu Daun Persik (Myzus persicae, Sulz) pada Daun Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens).” Biota 8(1):107–16.
Hasfita, Fikri, Z. A. Nasrul, dan Lafyati Lafyati. 2013. “Pemanfaatan daun pepaya (Carica papaya) untuk pembuatan pestisida nabati.” Jurnal Teknologi Kimia Unimal 1(2):13–24.
Herlambang, Tedy, Retno Sulistiyowati, Ida Sugeng Suyani, M. Rizky Hidayatullah, Hela Yuliawati, Fika Anjani Shodiqy, dan Ghina Fauziyah. 2024. “Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah Untuk Pestisida Nabati Sebagai Alternatif Pestisida Sintetis.” Jurnal Abdi Panca Marga 5(2):203–14.
Islamy, Faizah Nur, dan Aminah Asngad. 2018. “Pemanfaatan tanaman kemangi (Ocimum basilicum L.) dan kulit jeruk nipis sebagai insektisida nabati terhadap pengendalian lalat buah dalam berbagai konsentrasi dan pelarut.” Hlm. 418–23 dalam Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek).
Jamin, Fitriah Suryani, Dianta Mustofa Kamal, Restu Auliani, Mustar Rusli, dan Susatyo Adhi Pramono. 2024. “Penggunaan pestisida dalam pertanian: Resiko kesehatan dan alternatif ramah lingkungan.” Jurnal Kolaboratif Sains 7(11):4151–59.
Juleha, Siti, Lutfi Afifah, Tatang Surjana, dan Anton Yustiano. 2022. “Potensi daun pepaya (Carica papaya L.) sebagai racun kontak dan penolak makan terhadap Spodoptera frugiperda.” Jurnal Agrotech 12(2):66–72.
Kahar, Andi, Marlia Rianti, Andi Irga Satrawati Taslim, dan Emmi Azis. 2024. “Pengolahan Pestisida Nabati Berbahan Dasar Daun Pepaya Di Desa Bamba Puang, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang: pengolahan pestisida nabati.” Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA 7(4):1634–39.
Khoerunisa, Risma, Risya Jheniar Nur Siti Khamilah, Dzuhrika Gantari Ayuanindya, Hertien Koosbandiah Surtikanti, dan Didik Priyandoko. 2024. “Kandungan senyawa capsaicin dalam cabai (Capsicum Annuum L) sebagai anti hama pada sayuran: Kajian pustaka.” Holistic: Journal of Tropical Agriculture Sciences 1(2).
LARAS, WORRO BRONTO. 2021. “PENGARUH APLIKASI PESTISIDA NABATI EKSTRAK RIMPANG KUNYIT, JAHE DAN DAUN SIRIH TERHADAP MORTALITAS KUTU DAUN Aphis sp. PADA TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.).”
Listianti, Nafa Novika, Wahyu Winarno, dan Iqbal Erdiansyah. 2019. “Pemanfaatan Ektrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Insektisida Nabati Pengendali Walang Sangit (Leptocorisa acuta) Pada Tanaman Padi.” Agriprima, Journal of Applied Agricultural Sciences 3(1):81–85.
Mulyawan, Zaki Januar, Aura Choirunisa, Laura Puti Anggini, Selvy Noviniya, Najwa Amelia, Muhammad Rafli Firdaus, Hisyam Bayu Arrafi, Muchamad Allamin, Alpan Bismarullah Ramdani, dan Zaenab Nurhabibah. 2025. “Pemanfaatan Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum) sebagai Pestisida Alami Ramah Lingkungan di Kelurahan Tukmudal.” Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka 4(2):947–52.
Nel, Hanna. 2018a. “A comparison between the asset-oriented and needs-based community development approaches in terms of systems changes.” Practice 30(1):33–52.
Nel, Hanna. 2018b. “Community Leadership: A Comparison between Asset-Based Community-Led Development (ABCD) and the Traditional Needs-Based Approach.” Development Southern Africa 35(6):839–51. doi:10.1080/0376835X.2018.1502075.
Petrus Frensi Mase, Dandy Patria W., dan Sapto Pramono. 2025. “Pendampingan Pemberdayaan Desa Biting Melalui Prinsip Asset-Based Community Development (ABCD) dalam Program ‘Nusa Loe’ Menuju Desa Mandiri Manggarai Timur.” WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 3(4):238–53. doi:10.62383/wissen.v3i4.1335.
Pimentel, David, dan Michael Burgess. 2014. “Environmental and Economic Costs of the Application of Pesticides Primarily in the United States.” Hlm. 47–71 dalam Integrated Pest Management: Pesticide Problems, Vol.3, disunting oleh D. Pimentel dan R. Peshin. Dordrecht: Springer Netherlands.
Ramadhan, R. Arif Malik, dan Efrin Firmansyah. 2021. “Daun sirsak (Annona muricata) sebagai pestisida nabati pada sistem budidaya dalam ember.” JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) 151–57.
Rijal, Syamsu, dan Yusminah Hala. 2026. “EKSTRAK TANAMAN KUNYIT (Curcuma longa L.) SEBAGAI AGEN BIOPROTEKTAN TANAMAN PANGAN: LITERATUR REVIEW.” JURNAL BIOSENSE 9(2):417–24.
Sabaruddin, Sabaruddin. 2020. “Aplikasi Pestisida Nabati Bawang putih (Allium sativumL) Untuk Pengendalian hama ulat grayak (Spodopteralitura) pada tanaman cabai (Capsicum annumL).” Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab 3(2):121–26.
Septya, Fanny, Rosnita Rosnita, Roza Yulida, dan Yulia Andriani. 2023. “PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA VERTIKULTUR DAN PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DI DUSUN NAPAN KABUPATEN KAMPAR.” Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 4(1):697–702.
Suliartini, Ni Wayan Sri, Ahmad Zamroni Alpin, Muslim Ashari, Dewi Rizki Amalia, Usi Alfionita, Firda Widya Sari, I. Gusti Ayu Eka Aryatresna, Zumratul Jamila, Dewi Cahyanti Aprilia, dan Lailatul Fitria. 2022. “Pelatihan pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun gamal dan daun pepaya sebagai inovasi berkelanjutan dan ramah lingkungan terhadap pengendalian hama tanaman budidaya.” Jurnal Gema Ngabdi 4(3):273–78.
Sutriadi, Mas Teddy, Elisabeth Srihayu Harsanti, Sri Wahyuni, dan Anicetus Wihardjaka. 2019. “Pestisida nabati: prospek pengendali hama ramah lingkungan.” Jurnal Sumberdaya Lahan 13(2):89–101.
Wakano, Deli. 2013. “Uji Ekstrak Buah Cabai Rawit Sebagai Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Hama Ulat Titik Tumbuh Pada Tanaman Sawi.” Biosel Biology Science and Education 2(1):57–52.
Copyright (c) 2026 Emy Ramadhani, Rigo Nopisen, Lionita Dewi Hardila, Rahmadani Fathul Rizkiya, Rati Diana Sari, Yola Apriani, Suprapti, Adrian Topano

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with KENDURI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the KENDURI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.











