Transformasi Tradisi Sedekah Desa Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Transmigrasi Jawa di Kecamatan Girimulya, Kabupaten Bengkulu Utara

  • Zakhi Restu Pratama UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Gungung Senoaji Universitas Bengkulu
  • Iman Darmatama Universitas Bengkulu
Keywords: Sedekah Desa, Local Wisdom, Javanese Transmigration, Cultural Transformation, North Bengkulu

Abstract

This study examines the transformation of the Sedekah Desa tradition as a form of local wisdom maintained and adapted by Javanese transmigrant communities in Girimulya District, North Bengkulu Regency. Sedekah Desa is a Javanese cultural heritage that originally functioned as a ritual expression of gratitude to God for agricultural yields and village safety. In the context of community relocation through the transmigration program, this tradition has undergone transformation in terms of form, meaning, and social function as a response to an environment different from the homeland. This study employs a qualitative method with an ethnographic approach, utilizing participatory observation, in-depth interviews, and documentary study. The findings indicate that the Sedekah Desa tradition in Girimulya District has undergone changes in ritual processions and symbolism, yet core values such as mutual cooperation (gotong royong), gratitude, and social solidarity remain preserved. The transformation is adaptive and accommodative to the ecological, social, and cultural conditions in North Bengkulu. The tradition also serves as a cultural identity anchor for Javanese communities in diaspora and as a bridge for integration between transmigrant and local communities. This research contributes to understanding the dynamics of local wisdom in the context of population mobility and cultural acculturation in Indonesia.

References

Abadi, R., Hardoyo, S. R., & Giyarsih, S. R. (2016). Persepsi dan motivasi masyarakat lokal terhadap program transmigrasi pasca konflik di Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh. Jurnal Kawistara, 6(2), 188-197. https://doi.org/10.22146/kawistara.15586

Afryanto, S. (2013). Internalisasi nilai kebersamaan melalui pembelajaran seni gamelan: Pendidikan karakter bagi mahasiswa. Jurnal Seni & Budaya Panggung, 23(1), 30-41.

Arinda, R., & Yani, I. (2014). Sedekah bumi (Nyadran) sebagai konvensi tradisi Jawa dan Islam masyarakat Sraturejo Bojonegoro. Jurnal Kajian Budaya Jawa, 2(1), 12-24.

Asmaroini, A. P. (2017). Menjaga eksistensi Pancasila dan penerapannya bagi masyarakat di era globalisasi. JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(1), 59-72.

Baznas Kota Yogyakarta. (2023). Hukum sedekah bumi dalam tradisi kejawen. Diakses dari https://baznas.jogjakota.go.id/detail/index/32632

Cibangsa. (2024). Sedekah bumi: Wujud kearifan lokal dan harmoni. Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial, 3(2), 1-15.

Dariyo, A. (2020). Nilai-nilai Pancasila dalam tradisi Sedekah Bumi pada masyarakat tambang minyak rakyat di Desa Wonocoyo, Bojonegoro, Jawa Timur. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(1), 10-21.

Ejournal STKIP JB. (2020). Tinjauan antropolinguistik tradisi selamatan sedekah desa di Desa Sudimoro Jombang. Jurnal Sastra, 9(3), 45-60.

Indah Sari, N., et al. (2022). Tradisi Sedekah Bumi sebagai kearifan lokal masyarakat Desa Dibee Lamongan. Juridiksiam: Jurnal Didaktik Ilmu Pengetahuan Sosial, 5(1), 45-58.

Jurnal APMD. (2024). Pola migrasi intergenerasi transmigran Jawa di Lampung: Analisis karakteristik dan perkembangan kehidupan. Jurnal Ilmu Rural dan Regional Government, 8(2), 236-250.

Jurnal Relasi Publik Widyakarya. (2023). Analisis yuridis pada dampak program transmigrasi nasional terhadap kemajuan sosial ekonomi. JRP: Jurnal Relasi Publik, 1(4), 25-40.

Koentjaraningrat. (1994). Kebudayaan Jawa. Jakarta: Balai Pustaka.

Liliweri, A. (2018). Pengantar studi kebudayaan. Bandung: Penerbit Nusa Media.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis data kualitatif: Buku sumber tentang metode-metode baru. Jakarta: UI Press.

Muhammad Sholikhin. (2010). Ritual dan tradisi Islam Jawa. Yogyakarta: Narasi.

Mutaqin, A. Z. (2020). Potensi kearifan lokal sebagai daya tarik wisata desa. Kuliah Online Akademi Desa 4.0, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI.

Novia, R., Sulaeman, D., Pertiwi, N. R. P., & Ramadian, M. Z. A. (2025). Adaptasi sosial budaya masyarakat dalam menghadapi perkembangan pariwisata. Expose: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(2), 51-65.

Nurcahyanti, D., Sachari, A., & Destiarmand, A. (2020). Peran kearifan lokal masyarakat Jawa dalam pembangunan berkelanjutan. Jurnal Kajian Seni, 6(2), 15-28.

Scholarhub UI. (2024). Dinamika transmigrasi di Provinsi Lampung sebagai instrumen kesejahteraan sosial. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 25(1), 10-25.

Sukmayadi, T. (2016). Kajian tentang karakter berbasis nilai-nilai kearifan lokal pada masyarakat adat Kampung Kuta Kecamatan Tambak Sari. Jurnal Civics, 13(1), 50-62.

Sutrisno, A. (2019). Kearifan lokal di Bengkulu. Diakses dari https://www.antonsutrisno.com/2017/11/kearifan-lokal-di-bengkulu.html

Triadityansyah, M., Kamuli, S., & Djaafar, L. (2025). Revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal dalam civic culture. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan, 12(1), 1-20.

UMS Journals. (2022). Nilai kearifan lokal tradisi Sedekah Laut dalam meningkatkan semangat gotong royong masyarakat pesisir Pantai Pelabuhan Ratu. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 23(1), 1-15.

Widiawati, A. (2021). Adaptasi masyarakat transmigran Jawa terhadap kebudayaan masyarakat Lampung (Skripsi). UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Wijaya Brata, T. (2000). Upacara tradisional masyarakat Jawa. Yogyakarta: Penerbit Kepel Press.

Published
2026-05-20
How to Cite
Zakhi Restu Pratama, Senoaji, G., & Darmatama, I. (2026). Transformasi Tradisi Sedekah Desa Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Transmigrasi Jawa di Kecamatan Girimulya, Kabupaten Bengkulu Utara. KENDURI : Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat , 6(1), 279-287. https://doi.org/10.62159/kenduri.v6i1.2997

Most read articles by the same author(s)