NILAI-NILAI FILOSOFIS UPACARA HARI KEMATIAN DALAM TRADISI JAWA DITINJAU DARI PERSPEKTIF SOSIAL

  • Satimin UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Ismail UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Nelly Marhayati UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
Keywords: Kematian, Filosofis, Budaya Jawa

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses akulturasi nilai nilai filosofis budaya Jawa berkembang dalam upacara hari kematian ditinjau dari perspektif sosial. Motode pada penelitian ini berjenis penelitian lapangan menggunakan metode kualitatif yang sifat penelitiannya deskriptif. Peneliti dalam mengumpulkan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan teknik populasi dan sampling. Untuk mencapai penelitian tersebut, peneliti menggunakan metode filsafat seperti metode: interprestasi, heuristik dan kesinambungan historis dan analisis yang mana metode tersebut digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan sebuah objek yang berhubungan dengan penelitian serta bertujuan untuk mencari dan menemukan proses dan nilai filosofi yang ada dalam tradisi mistik budaya Jawa dalam memperingati hari kematian. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa akulturasi nilai nilai filosofis budaya Jawa berkembang dalam upacara hari kematian ditinjau dari aspek sosial yang ada di desa Air Banai kecamatan Hulu Palik kabupaten Bengkulu Utara merupakan tradisi nenek moyang terdahulu kemudian juga berasal dari kepercayaan Animisme (suatu paham bahwa alam ini atau semua benda memiliki roh atau jiwa) dan Dinamisme (kepercayaan primitif dimana semua benda mempunyai kekuatan yang bersifat ghai), yang sampai saat ini masih dipercaya dan dilakukan oleh sebagian masyarakat Air Banai. Kepercayaan ini sifatnya turun- temurun dan masih dilestarikan hingga sekarang. Proses dalam tradisi memperingati hari kematian sebagian masyarakat Air Banai menyiapkan sesajen berupa: bunga tujuh rupa, minuman, kemenyan/rokok, bubur merah dan putih, kemudian disajikan dikamar orang yang meninggal.

References

A. Fauzie Nurdin. (2010). Integralisme Islam dan Budaya Lokal Relevansi Nilai-Nila Filosofis Kebudayaan Bagi Pembangunan Daerah. Yogyakarta: Gama Media. h. 40
Abdurrahman al-Maliki. (2002). As-Siyâsah al-Iqtisadiyah al-Musla (Politik Ekonomi Islam). Bangil: Al-Izzah, alih bahasa Ibnu Sholah
Abi Aufa, A. (2017). Memaknai Kematian Dalam Upacara Kematian Di Jawa. An-Nas, 1(1), 1-11.
Ahmad Munif Suratmaputra. (2002). Filsafat Hukum Islam Al-Ghazali. Jakarta: Pustaka Firdaus
Ash-Shufi, Mahir Ahmad. (2007). Misteri Kematian dan Alam Barzakh. (terj.). Solo: Serangkai
Damayanti, T. (2019). Tradisi Brobosan Dalam Upacara Kematian Masyarakat Jawa Di Kelurahan Rajabasa Raya Kecamatan Rajabasa Kota Bandarlampung. 98-109
Dhewi, R. F. (2016). Mantra Dalam Kenduri Kematian Masyarakat Jawa Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Hal 21-30
Fadhilah, N. (2016). Nilai-Nilai Pendidikan Sosial Dalam Tradisi Sedekah Kematian Di Dusun Pekodokan Desa Wlahar Kecamatan Wangon Banyumas (Doctoral dissertation, IAIN Purwokerto).
Fadillah, M. N., Anwar, H., & Zainab, S. (2020). Tradisi Kenduri Kematian di Desa Kampung Baru, Kabupaten Katingan. Syams, 1(2), 1-9.
Fauzi. (2017). Akulturasi Dalam Penyelenggaraan Kenduri Kematian Di Desa Pondok Beringin Kabupaten Kerinci Satu Kajian Deskriptif. Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Hukum, 15.1: 22-27.
Hari Poerwanto. (2008). Kebudayaan dan Lingkungan dalam Perspektip Antropologi. Cet. IV; Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Hendrajaya, J., & Almu’tasim, A. (2019). Tradisi Selamatan Kematian Nyatus Nyewu: Implikasi Nilai Pluralisme Islam Jawa. Jurnal Lektur Keagamaan, 17(2), 431-460.
Indana, S. (2019). Nilai Teologi Dalam Tradisi Upacara Kematian Di Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry Banda Aceh).
Islami, M. Z., & Putri, Y. R. (2020). Nilai-Nilai Filosofis Dalam Upacara Adat Mongubingo Pada Masyarakat Suku Gorontalo. Jurnal Ilmu Budaya, 8(2), 186-197.
Karim, A. (2017). Makna ritual kematian dalam tradisi Islam Jawa. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 12(2), 161-171.
Koentjaraningrat. (1989). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru. h. 181
Layungkuning, Bendung. (2013). Sangkan Paraning Dumadi Orang Jawa dan Rahasia Kematian. Yogyakarta : Penerbit Narasi
Lexy J. Moleong. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: R emaja Rosdakarya
Mansyur, M. Dkk. (2007). Metodologi Penelitian Living Qur‟an dan Hadis. TH- Press.
Muawwir, Abmad Warson. (1997). Al- Munawwir Kamus Arab-Indonesia. Yogyakarta: Unit Pengadaan Buku Ilmiah Pondok Pesantren Al- Munawwir Krapyak
Muhammad Idrus Ramli. (2010). Membedah Bid’ah Tradisi dalam Perspektif ahli Hadits dan Ulama Salafi, Surabaya: Khalista, h. 39
Mursal Esten. (1992). Tradisi dan Modernitas dalam Sandiwara, Jakarta: Intermasa, h. 14
Noeng Muhadjir. (1998). Metodologi Penelitian Kualitatif, Yogyakarta: Rake Sarasin
Ris’an, Rusli. (2013). Tasawuf Dan Tarekat. Jakarta, PT Raja Grafindo Persada,
S. Margono. (2004). Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta
Shihab, M. Quraish, (1996). Wawasan Al- Quran: Tafsir Maudhu‟i atas Pelbagai Persoalan Umat. Jakarta: Mizan Pustaka
Sholikhin, Muhammad. (2010). Ritual Kematian Islam Jawa. Pengaruh Tradisi Lokal Indonesia dalam Ritual Kematian Islam, Yogyakarta: Penerbit Narasi
Sugira Wahid. (2007). Manusia Makassar. Cet. I; Makassar: Pustaka Refleksi
Suharsimi Arikunto. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta
Suriasumantri, J. S. (2007). Filsafat ilmu. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Widayanti, S. (2008). Makna Filosofis Kembar Mayang dalam Kehidupan Masyarakat Jawa. Jurnal Filsafat, 18(2), 115-129.
Zulkarnain, (2009) Tradisi Upacara Kematian : Suatu Studi Antropologis Pada Masyarakat Jawa Di Tebing Tinggi. Masters Thesis, Unimed.
Published
2021-06-30
Section
Articles