Implementasi Nilai Budaya Tradisi Adat Taneak Jang dalam Penguatan Literasi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP
Abstract
Tradisi adat merupakan bagian penting dari kearifan lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran kontekstual di sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pelaksanaan Tradisi Adat Taneak Jang, peran tokoh adat dalam pelestariannya, serta faktor pendukung keberlanjutan tradisi tersebut di Desa Pasenan, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, bayan, dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Taneak Jang dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan perlengkapan adat, arak-arakan pengantin, melangir, mandi kasai, dan doa penutup yang sarat dengan makna simbolik. Tokoh adat berperan penting dalam menjaga keaslian prosesi serta mentransmisikan nilai budaya kepada generasi muda. Tradisi ini juga didukung oleh keterikatan masyarakat terhadap adat, peran keluarga, dan dukungan pemerintah desa. Temuan penelitian ini relevan sebagai sumber materi pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP, khususnya pada pengenalan teks deskripsi, teks eksplanasi, dan penguatan literasi berbasis kearifan lokal.
References
Agustina, Safriandi, & Pratiwi, R. A. (2025). Kearifan lokal dalam pantun pada rangkaian adat pernikahan di Kecamatan Kota Bahagia. Kande, 6(2), 168–182. https://doi.org/10.29103/jk.v6i2.20146
Alwi, A., & Ponidi. (2025). Filosofi tradisi Patuaekkon sebagai refleksi nilai-nilai kearifan lokal dalam pernikahan etnik Mandailing sebagai sumber belajar IPS. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 290–300. https://doi.org/10.47709/jbsi.v5i01.6706
Amin, M., & Ritonga, A. D. (2024). Diversity, local wisdom, and unique characteristics of millennials as capital for innovative learning models: Evidence from North Sumatra, Indonesia. Societies, 14(12), 260. https://doi.org/10.3390/soc14120260
Arsanti, M. (2018). Pengembangan bahan ajar mata kuliah penulisan kreatif bermuatan nilai-nilai pendidikan karakter religius bagi mahasiswa prodi PBSI, FKIP, UNISSULA. Jurnal Kredo, 1(2), 71–90. https://doi.org/10.24176/kredo.v1i2.2107
Andi, Bandarsyah, D., & Sulaeman. (2023). Penguatan kesadaran budaya berbasis kearifan lokal melalui pembelajaran sejarah. Chronologia, 5(1), 16–27. https://doi.org/10.22236/jhe.v5i1.11874
Barella, Y. (2021). Pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan minat membaca mahasiswa UNTAN “Dinamika pernikahan Kalimantan Barat (Melayu Sambas, Tionghoa, dan Dayak Tamambaloh)”. Indonesian Journal of Learning Studies, 1(1), 39–46. https://dmi-journals.org/ijls/article/view/18
Bellot, A. R. (2024). The Malvinas/Falklands War in transatlantic narratives: Exploring collective memory and negotiating self/other identity. CLCWeb: Comparative Literature and Culture, 26(1), 2–14. https://doi.org/10.7771/1481-4374.4097
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage.
Diana, E. (2023). Eksplorasi nilai-nilai luhur dalam tradisi lisan “Berasan” adat perkawinan Kota Bengkulu. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 6(1), 205–222. https://doi.org/10.30872/diglosia.v6i1.550
Habibah, S., Yunus, M., Baihaqi, F. N., & Dila, A. (2025). Analisis kearifan lokal di sekolah dalam membentuk sikap multikultural siswa sekolah dasar. Jurnal Genta Mulia, 16(2), 190–196.
Hajar, I., Indriyanto, K., & Syahfitri, D. (2024). Representasi nilai kearifan lokal pada pantun Melayu Deli dan pelestariannya melalui telangkai. Geram: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 12(2), 115–125. https://doi.org/10.25299/geram.2024.21286
Hanafi, Y., Saefi, M., Diyana, T. N., Ikhsan, M. A., Yani, M. T., Suciptaningsih, O. A., Anggraini, A. E., & Rufiana, I. S. (2023). What content offers and how teachers teach: Religious moderation-integrated teaching in Indonesia. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 79(2), 1–8. https://doi.org/10.4102/hts.v79i2.9070
Hartanto, D. A. (2021). Membangun hukum nasional di bidang perkawinan berdasar nilai kearifan lokal: Studi pada tradisi perkawinan masyarakat Samin (Sedulur Sikep) di Kudus. Jurnal Meta-Yuridis, 4(1), 19–30. https://doi.org/10.26877/m-y.v4i1.6747
Harwati, L. N., & Sathian, M. R. (2024). Mitigating pedagogical challenges through culture-based approach: Javanese language learning in rural Yogyakarta, Indonesia. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 14(2), 262–272. https://doi.org/10.17509/ijal.v14i2.74894
Hidayati, L., Permatasari, R., & Utami, S. (2026). Sastra lisan Kerinci: Analisis parno adat sebagai media penyampaian petuah pernikahan di Desa Kemantan. JIMU: Jurnal Ilmiah Multidisipliner, 4(1), 507–506. https://ojs.smkmerahputih.com/index.php/jimu/article/view/1947
Irsan, Nurmaya, A. L., Nurlaila, M., Syamsurijal, & Agus, A. A. (2024). Kearifan lokal sebagai pilar utama dalam pembentukan karakter siswa: Eksplorasi dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(2), 1814–1825. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i2.6392
Iskandar, D., Islahuddin, Harun, M., Yusuf, Y., Subhayni, & Nurrahmah. (2025). Metaphors in Indonesian and Acehnese proverbs of similar meanings: Semantic and cultural analyses. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 14(3), 512–523. https://doi.org/10.17509/ijal.v14i3.63350
Izhar, Fitriati, S., & Astuti, R. D. (2024). Nilai-nilai kearifan lokal daerah Lampung dalam materi pembelajaran Bahasa Indonesia dan relevansinya terhadap pendidikan karakter. Jurnal Edukasi Lingua Sastra, 22(2), 178–188. https://doi.org/10.47637/elsa.v22i2.1412
Khotimah, K., Ghofur, A., Usman, K., & Siregar, S. N. (2025). Adat pernikahan Batak Toba dan Mandailing: Perbedaan, persamaan, dan nilai-nilai sosial. Nusantara: Jurnal for Southeast Asian Islamic Studies, 21(1), 49–60. https://doi.org/10.24014/nusantara.v21i1.33804
Khalsiah, Yusuf, Y. Q., Sobarna, C., Sari, D. F., Indirayani, I., & Azkiya. (2025). Figurative expressions in Acehnese pregnancy cultural taboos as a language of protection. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 15(1), 147–160. https://doi.org/10.17509/ijal.v15i1.79412
Kurnia, H., Lili, F., & Kusumawati, I. (2022). Nilai-nilai karakter budaya belis dalam perkawinan adat masyarakat Desa Benteng Tado Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 6(2), 311–322. https://doi.org/10.22219/satwika.v6i2.22300
Lenzerini, F. (2011). Intangible cultural heritage: The living culture of peoples. The European Journal of International Law, 22(1), 101–120. https://doi.org/10.1093/ejil/chr006
Njatrijani, R. (2018). Kearifan lokal dalam perspektif budaya Kota Semarang. Gema Keadilan, 5, 16–31.
Nugraha, J., & Movitaria, M. A. (2022). Analisis kearifan lokal budaya Trisilas local wisdom terhadap pendidikan karakter moral siswa SD. Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 6(2), 163–171. https://doi.org/10.36456/inventa.6.2.a6182
Prahastini, S., Najamuddin, N., & Alwi, A. (2026). Pelestarian tradisi Mappasikarawa dalam pernikahan Bugis dan kontribusinya terhadap pendidikan lintas budaya di Morowali Utara. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi, 6(1). https://doi.org/10.59818/jpi.v6i1.2331
Prasetyo, O., & Kumalasari, D. (2021). Nilai-nilai tradisi Peusijuek sebagai pembelajaran sejarah berbasis kearifan lokal. MUDRA Jurnal Seni Budaya, 36(3), 359–365. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1387
Putri Ekaresty Haes. (2019). Pelestarian kearifan lokal melalui perkawinan endogami di Desa Tenganan Pegringsingan Karangasem dalam perspektif interaksi simbolik. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 3(2), 189–199. https://doi.org/10.38043/jids.v3i2.2187
Ramli, Gadeng, A. N., Azis, D., Yusuf, Y. Q., & Razali. (2024). The role of oral traditions in internalizing smong wisdom: Perspectives from the Simeulue community. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 14(2), 229–239. https://doi.org/10.17509/ijal.v14i2.74903
Ristiani, I. (2021). Pelestarian bahasa dan budaya daerah berbasis kearifan lokal melalui pembelajaran bahasa bermedia audio visual. Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya, 19(1).
Rozak, F. A. (2024). Relevansi adat dan agama pada tradisi pernikahan Kejawen: Studi kasus Desa Pekuncen Kabupaten Banyumas. 19, 1–17.
Saputra, D. G. (2025). Model pembelajaran bahasa dan sastra berbasis kearifan lokal Makassar. Sosmaniora: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 4(1), 1–9. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v4i1.4496
Seriana, Wahyuningsih, F. S., Khairani, P., & Sitorus, F. R. (2023). Penerapan kearifan lokal syair Manoe Pucok melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5). BIP: Jurnal Bahasa Indonesia Prima, 5(2), 108–119. https://doi.org/10.34012/bip.v5i2.3819
Sukron Mazid, Prasetyo, D., & Fauzi. (2020). Nilai-nilai kearifan lokal sebagai pembentuk karakter masyarakat. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 249–262. https://doi.org/10.21831/jpk.v10i2.34099
Sumarni, M. L., Jewarut, S., Melati, F. V., & Bhuana, I. S. (2024). Integrasi nilai budaya lokal pada pembelajaran di sekolah dasar. Journal of Education Research, 5(3), 2993–2998. https://doi.org/10.37985/jer.v5i3.1330
Tondang, N. S., Rudy, & Sembiring, Y. B. (2024). Nilai budaya dalam legenda Nusantara: Mengembangkan nilai budaya melalui pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Journal of Education Research, 5(4), 4868–4884. https://doi.org/10.37985/jer.v5i4.1691
Vane, O. S., & Malihah, E. (2020). Transformasi nilai-nilai Bararak Bako dalam tradisi perkawinan masyarakat Kota Solok. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 10(2), 878–886. https://doi.org/10.17509/sosietas.v10i2.30105
Wicaksana, M. F., & Sudiatmi, T. (2021). Budaya kearifan lokal pada cerita rakyat Islami sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia. Sawerigading, 27(1), 45–53. https://doi.org/10.26499/sawer.v27i1.865
Dongfeng, T. A. O., & Chun, Z. (2023). CLCWeb: Comparative Literature and Culture Generations Perspective, 25(3).
Education, J., Wiyata, G., Yohanes, H., Wutun, L., Tokan, F. B., Servatius, R., Katolik, U., Mandira, W., Masyarakat, P., Belobatang, D., Nubatukan, K., Lokal, K., Ela, W., Dalam, B., Perkawinan, T., Desa, M., Nubatukan, K., Perkawinan, T., Desa, M., … Perkawinan, T. (2025). Dalam tradisi perkawinan masyarakat, 3, 227–242.
Hariadi, J., Studi, P., Bahasa, P., & Pendahuluan, A. (2018). Pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis kearifan. 1(1), 1–9.
Rahayu, D., Ruruk, S., Kristen, U., & Toraja, I. (2018). Pengaruh pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis. 8–14.
Ris, D., Yayuk, R., Suryatin, E., Riset, B., Jenderal, J., Subroto, G., & Selatan, J. (2022). Tuturan bermakna budaya sebagai pembelajaran kearifan lokal masyarakat Banjar: Studi etnopedagogi / cultural speech as learning local wisdom of Banjar people: Ethnopedagogy study. 11(2), 301–318.
Sari, I., & Sari, M. (2025). Adat pernikahan Mandailing sebagai sumber pembelajaran nilai-nilai karakter dalam pendidikan. 2, 29–43.
Sibarani, R. (2015). Pembentukan karakter berbasis kearifan lokal. Asosiasi Tradisi Lisan.
Smith, L. (2016). Uses of heritage. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315424173
Smith, L., & Akagawa, N. (2019). Intangible heritage. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203817301
Spradley, J. P. (1980). Participant observation. Holt, Rinehart and Winston.
Waterton, E., & Watson, S. (2015). The Palgrave handbook of contemporary heritage research. Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1057/9781137293569
Copyright (c) 2026 Agung Nugroho, Cekman, Juwati, Dian Ramadan, Satinem

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with JPI: Jurnal Pustaka Indonesia journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the JPI: Jurnal Pustaka Indonesia journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
1.png)



